Cara yang aman untuk laptop anda , Shut Down Atau Mode Sleep?  Salah satu pertanyaan yang sering diajukan oleh para pengguna laptop. Berikut ulasan mengenai hal yang berkaitan dengan pertanyaan tersebut. Ketika ingin mematikan laptop maka tanda shut down ada cara yang paling benar di lakukan. Namun pemakaian cara ini terkadang membuang banyak waktu sampai laptop benar-benar mati, dan sekarang orang tengah beralih pada mode sleep atau hibernate pada laptopnya. Apakah mode sleep atau hibernate ini bisa dikatakan aman untuk laptop? Atau sebaiknya shut down memang cara yang terbaik?

  1. Pertimbangan jangka waktu

Kamu yang menggunakan laptop secara teratur mungkin masih tetap nyaman saat harus mematikannya setelah selesai walaupun nanti akan menggunakannya lagi. Sebelum mematikan kamu harus menyimpan hasil kerjamu dan saat ingin menghidupkannya lagi kamu rela menunggu proses boot-up hingga semua program muncul. Begitulah singkatnya jika kamu menggunakan tanda shut down pada laptopmu.

Berbeda ketika kamu menggunakan mode sleep atau hibernate pada laptopmu, tidak akan membuang waktumu untuk menutup program atau menyimpan dokumen. Kamu hanya perlu menutup laptopmu langsung atau memilih sleep/hibernate pada desktop lainnya. Saat kamu ingin memulai aktivitasmu kembali, cukup tekan power dan semuanya akan muncul sama persis seperti sebelum kamu menutupnya. Hanya dalam hitungan detik saja tanpa proses boot-up, menunggu semua program meluncur, dan membuka kembali dokumenmu.

  1. Daya baterai

Jadi kamu sebenarnya tidak perlu khawatir kalau bateraimu akan habis saat kamu memilih mode  sleep karena daya yang digunakan sangat rendah. Lagipula laptopmu tidak akan dibiarkan hingga kehabisan daya baterai karena laptop pada umumnya dikonfigurasi ke mode Hibernate secara otomatis dalam beberapa jam. Jika kamu meninggalkannya sebentar, kamu bisa memilih Sleep, jika agak lama pilihlah Hibernate. Waktu menghidupkan laptop dari Hibernate memang lebih lama dari Sleep tapi jauh lebih cepat dari Shut Down. Lama waktu yang dibutuhkan tergantung pada kecepatan hard drive. Jadi sebenarnya tidak ada pengaruh dari segi baterai apakah dengan mode shut down ataupun mode sleep.

  1. Tidak harus setiap hari menggunakan shutdown

Beberapa orang mungkin berpikir kalau Windows itu perlu di-reboot (dimatikan dengan cara shut down) setiap hari agar tetap bisa berfungsi dengan baik, padahal sebenarnya tidak seperti itu. Tidak ada bedanya antara reboot ataupun mode sleep, malah dari waktu lebih boros menggunakan mode shut down tersebut. Benar kalau sesekali memang laptopmu perlu dimatikan dengan cara shut down, misalnya setelah update Windows. Tapi tidak harus setiap hari karena justru bisa menimbulkan masalah yang lebih dalam.

  1. Jenis laptop

Maka beruntunglah kamu memiliki laptop jenis sekarang yang sangat mendukung mode sleep atau hibernate dibanding lapton versi lama. Hal ini dapat dicontohkan pada laptop Linux dengan versi lamanya. Hal ini sering disebabkan oleh karena laptop versi lama memiliki masalah dengan Sleep atau bahkan juga Hibernate karena masalah driver hardware. Sementara laptop modern sudah tidak memiliki isu-isu tersebut. Jadi kamu tidak perlu khawatir untuk memilih mode sleep atau hibernate, kecuali laptopmu memang sudah tua dengan versi lamanya. Sementara untuk pengguna Linux sepertinya masih akan menemui sedikit masalah pada mode Hibernate maupun Sleep karena Hibernate dinonaktifkan secara default pada Ubuntu.